Awalnya kami hanya bersahabat, sangat bersahabat hingga tak pernah terlintas di benakku jika suatu saat semuanya akan beralhir lebih indah dari sebuah persahabatan. “Kau bukan tipeku!”, “pacar-pacarku jauh lebih cantik darimu!”, “aku tak ingin sebuah persahabatan dirasuki kepentingan-kepentingan lain”, Berkali-kali kukatakan padamu, pada teman-temanku, pada teman-temanmu, pada keluargamu dan pada hatiku sendiri, bahwa kita hanya akan menikmati persahabatan yang indah ini, tidak lebih.
aku melihat dunia kita amat sangat berbeda, dengan kehidupan yang ngga aku banget. kau hidup di dunia yang berwarna, berintelektulitas tinggi dengan segudang teman-teman yang menginfluence kehidupanmu dengan sangat sempurna, kau lulusan smu 3 bandung yang termasyur itu, kau lulusan unpad yang glamour itu, warna yang amat kontras dengan kehidupanku yang serba “liar”, aku seorang mantan pecandu dari sebuah universitas yang sekarang telah ditutup bangkrut ckckck, terlebih aku adalah orang yang akrab dengan emosional serta lelaki dengan segudang masalah yg belum juga menemukan titik kemapanan sampai kini.
(foto saat kami sama-sama kuliah di jatinangor, tahun 2005)
Caramu berkomunikasi denganku yang benar-benar lembut menerima karakterku yang meledak-ledak, keibuan yang senantiasa mendengarkan segala keluh kesahku yang tak kusampaikan pada keluargaku, kecerdasanmu yang mampu menangkal semua argumen dan pemikiranku yang out of box, hingga menyentil bagian paling sensitif, yaitu tuhan… Gayamu yang lembut dan bahasa tubuh
yang cenderung keibuan membuatku terkagum bagaimana bisa seseorang yang lahir, besar dan bekerja di lingkungan yang “terjaga” memiliki sederet kosakata dan sikap lembut, bijak dan cerdas lebih-lebih itu kerap ditujukan padaku, lelaki yang benar-benar jauh dari kata meneyenangkan bagi kebanyakan orang!!!
Dan dari situlah semuanya berawal,
Intensitas diskusi yang meningkat akhirnya membuatku perlahan tahu bahwa kau memang berbeda dan unik dari banyak perempuan cantik yang kukenal dulu. Perpaduan antara wanita yang kritis, idealis, wanita cerdas yang mencintai tantangan, pengambil resiko, penyayang yang sensitif, kontemplatif serta penggemar keluarga yang responsif. Rasa-rasanya seperti keajaiban yang datang dimeja judi hehehe.
Bagaimana kita kerap dibuat heran dengan berbagai kebetulan yang nyaris sama. Tentang kesukaan kita membaca, menulis, menganalisa, merenung, berguru pada mereka yang luar biasa, berpetualang, keinginan kita untuk bisa bersekolah lagi hingga proyeksi kita dalam mendidik anak.
Ada chemistry di antara kita yang mungkin tak tertangkap tegas olehmu dan aku seperti kita sering dengan tak malu-malu menunjukkan betapa tidak akurnya kita di depan publik, nyatanya tak membuat tuhan memisahkan kita juga.
Semuanya terjadi begitu cepat pasca meninggalnya ayahmu, kesadaran “lebih baik berproses” Lucunya (mungkin karena interaksi kita masih tak jauh berbeda dan aku masih menganggapmu teman dan aku sibuk dengan hobi2 tak lazimku, meski kita telah berpacaran sejak 2008).
Begitu juga keanehan yang kau rasakan saat fitting baju pengantin, keanehan yang aku rasakan melihat nama kita bersanding di undangan pernikahan dan keanehan yang kita rasakan melihat nama kita ada di cincin akhirnya aku kenakan malam ini.
Hingga akhirnya setelah 3 tahun lebih menunggu, hari itu tiba juga. Tepat 11 september yang lalu , hari yang suci dimana aku meminangmu sebagai istriku yang sah dimata tuhan dan negara.
Masih tak percaya tapi toh semuanya nyata, bahwa seorang yang kutemui di sebuah bis itu kini menjadi istriku…
Dan pagi ini setelah sarapan telur goreng tadi, di sela-sela film three musketers tadi, di sela-sela nasi rawon di rest area cipularang tadi, izinkan aku mengucapkan maaf dan terima kasih untuk untaian kisah sampai di detik ini, terima kasih telah menerimaku dengan dekapan hangat dan tangan terbuka sayang, doakan aku adalah benar suami yang baik.
Smoga rasa itu tak akan pernah usang seiring sejarah yang kita reka bersama dan biarkan waktu saja yang membawa fisik kita kian menua dengan tagline sebuah pengabdian pada orang tua dan anak-anak kita nantinya…makanan pahit yang terasa kini dikerongkongan kita, semoga akan berbuah manis saat anak kita lahir nanti..amien
dan izinkanlah aku mengutip beberapa bait lagu ikrar milik iwan fals untuk menemanimu tidur malam ini di jakarta sana sayang…
kiss n hug Ir.Tedy Priyadi Kurniawan teruntuk Resti Anggraeni, S.Psi
Meniti hari meniti waktu, Membelah langit belah samudra
Ikhlaslah sayang kukirim kembang, Tunggu aku… tunggu aku…
Rinduku dalam semakin dalam, Perjalanan pasti kan sampai
Penantianmu semangat hidupku, Kau cintaku… kau intanku…
Doakanlah sayang, Harapkanlah manis, Suamimu segera kembali…..
Doakanlah sayang Harapkanlah manis, Suamimu suami yang baik…..
Ku titipkan semua yang kutinggalkan, Kau jagalah semua yang mesti kau jaga
Permataku… aku percaya padamu….Permataku… aku percaya padamu
mulutmu harimaumu
pikir dulu sebelum kamu
besar pasak dari pada tiang
hitung dulu sebelum kamu
bicara sesuatu cukup yang kau perlu
berbuat sesuatu hanya yang kau mampu
* tak semudah balik telapak tangan
tak semua bisa kamu dapatkan temanku
tong kosong nyaring bunyinya
masak dulu sebelum kamu
berakit ke hulu berenang ke tepian
bersakit dulu sebelum kamu
** ucapkan sesuatu cukup yang kau tahu
dapatkan sesuatu kerja keras dulu
(slank-balik telapak tangan)
dari sudut trotoar hingga pemakai kerah putih, dari plat A hingga plat Z, bahagianya punya banyak sahabat dan saudara
Suatu pagi, ada seorang atasan yg berkata pada seorang bawahannya, bahwa jika sang bawahan bisa mengerjakan tugas apapun dengan cepat dan sempurna selama setahun berturut turut, maka dia akan memberikan kepadanya jabatan setinggi yg sanggup dikerjakannya itu. Kontan si bawahan itu berlari kekursinya dan mulai secepat mungkin untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan atasan dengan tanpa henti. Dia bekerja & terus bekerja, menggerakan tangannya, melangkahkan kakinya untuk memuaskan sang atasan. Ketika lapar & letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki jabatan tinggi yang telah dijanjikan tadi.
Akhirnya tiba ia pada suatu masa setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan cukup banyak dengan mengorbankan waktu, kesehatan, keluarga, pergaulan, perasaan, cinta dsb, tetapi ia sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk mengerjakan tugas sebanyak ini dan mengorbankan terlalu banyak kebahagiaan yang telah kumiliki untuk sebuah jabatan? Kini aku sudah sekarat, & hampir mati & aku hanya butuh uang untuk biaya ke dokter dan menguburkan diriku sendiri.
ilustrasi tadi menggambarkan kehidupan kita sekarang ini, kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan. Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati.
do u believe bout life after life ? someday ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan. Maka mulai sat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10tahun lagi? Atau 40tahun lagi? Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yg tahu.
yang kita butuhkan sekarang hanyalah menikmati hidup dengan apa adanya dan mensyukurinya sebagai kasih sayang tuhan yang “mungkin” telah dianggarkan ideal seperti itu, sebanyak itu.. kita akan bahagia bahagia kalo kita bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa kita memiliki banyak hal yang berarti. manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati untuk menyadari, betapa ia dicintai, kita bisa bahagia, bila kita mau membuka diri pada hal2 yang telah dianggarkan tuhan, agar orang lain bisa mencintai diri kita dengan tulus
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada wanita yang begitu mencintai, namun kita acuhkan, karena memilih, menilai dan memilih jadi hakim atas orang lain, memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati, udah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan, padahal semua manusia memiliki peranan, hebat dan no.1 dalamberbagai hal…
manusia adalah individu2 dg latar belakang, kebiasaan and karakter yang berbeda, dan ada satu hal dasar yg kynya sama yaitu manusia punya ego dasar yaitu “gak mau kalah” (kesombongan adalah watak dasar setan – harun
yahya)…kita cenderung ngasih penjelasan2 mempresentasikan diri kita lebih bagus dari kenyataan layaknya spg produk celana dalem hehehe, ada upaya gak mau ‘kehilangan muka’ , ada ego dan keengganan kalo harus belajar atau mendengar sesuatu dari orang lain, even dia anak kecil, bawahan, tukang cendol dorong ato tukang cireng, ada perasaan gak mau kalah dan gak rela kalo image kita bakal rusak kalo ternyata wawasan lawan bicara kita lebih luas, hal – hal kayak gini seringkali sangat mengganggu sebuah diskusi dan bikin kita empet
fiuuuh.. Budaya ABS ( asal bapak senang ), AAS (asal akang senang) , atau ABSYPSDO (asal bapa senang yang penting saya dikasih oteng) hehehe kyknya masih sangat berpengaruh and mengakar di masyarakat, sering banget ane nemuin orang – orang yang banyak bicara di suatu diskusi, rapat, atau obrolan di bis kota, mereka lihai ngomong bersilat lidah kalo ngobrol, lebih banyak menggurui (bukan saling bertanya- mendengar), tapi justru menurut sayah apa yang mereka omongin gak lebih baik dari mereka yang lebih banyak straight to the point dan gak banyak intermezo ato presentasi diri saat diskusi, menurut ane sih seharusnya kita nilai orang bukan cuma dari kemampuan dia buat mempresentasikan “ini loh gueee” ,kemampuan ‘bertahan’ dan berkelit dari pertanyan – pertanyaan, serta menancapkan image building buat melemahkan sang pendengar kaya budaya orde baru, itu tuh seringkali cuma jadi penilaian ‘ semu’ doang, kondisi nyata dilapangan seringkali jauh dari apa yang mereka omongin. heup ah..
wish i could see through deep into u and know what u’re thinking, i can’t read ur mind all this time, i never know that u want me too, dan aku terlalu lelah menunggu dengan sikapmu yang
penuh misteri, and everythings done now, i’ve made up my mind, and theres no turning back, she’s been good to me and she deserves better than that, mungkin semua penjelasanku akan terus terpental oleh pandangan2 subjektif yang kau miliki, but beyb its all too late to hold me now cuz we both know that i shouldn’t be here, i’ve got somewhere else to be , promises to keep, and someone else who loves me n already waiting on that gate..
piilihan itu bisa diambil dengan alasan
apapun, keinginan, paksaan, de javu,
logika, nafsu, whatever, gak ada yang
salah dengan itu, kan? Malah, masih
bagus bisa memilih, daripada dipaksa
untuk menerima satu hal saja tanpa
diberi kesempatan memilih…dan 3 tahun adalah waktu yang sangat panjang sebuah keputusan penting..
like 1st point, kita harus bisa mengambil
risiko atas pilihan kita sendiri, kita yang memilih, kita yang menanggung semua akibatnya, baik atau buruk, karena itu, kita sebaiknya kembali memikirkan motif dibalik pilihan kita, apakah motif itu sudah cukup baik? Relevan? Atau hanya merupakan pembenaran? Atau malah sangat matang? Pilihan kita menentukan
masa depan, walaupun hanya sekedar
pilihan melangkah dengan kaki kanan
atau kaki kiri lebih dahulu.
salah seorang temanku prisa apri van ga di jatinangor dulu, pernah berdiskusi tentang konsep dunia paralel, saat kita dihadapkan pada sebuah pilihan, misalnya A atau B, maka pada saat itu akan terbentuk dua buah dunia paralel, pada dunia yang satu kita memilih pilihan A, dan pada dunia yang lain pilihan B, tapi kita hanya bisa melihat salah satu hasil dari pilihan kita, bukan keduanya, hasil inilah yang harus kita hadapi di dunia paralel kita sendiri…and u know my
hands already tied and my heart’s not
free, we’re not meant to be anymore
kumaha deui atuh?!
aku hanya berharap kamu ingat aku kalo denger good night nya beatles .. see ya
sebenarnya malas menulis dan mengumbar emosi serta kekesalan saya lewat tulisan ini, namun kekalahan telak dari tim sebelah yang malas pula saya sebutkan namanya akhir pekan lalu, membuat hasrat terpendam ini tak mampu saya tampung dalam hati dan pikiran saja..
perjalanan PERSIB musim ini, seperti kita tahu bersama penuh dengan masalah internal yang sangat kompleks untuk difahami, diikuti, dan dimengerti. jika di tahun-tahun kebelakang, permasalahan klasik PERSIB adalah soal pendanaan yang masih saja menyusu pada anggaran rakyat, musim ini sedikit bergeser pada kepentingan – kepentingan raja-raja lokal yang haus kepentingan (read.stakeholder,pemilik modal, icon bobotoh dan politikus daerah) yang tetap ingin eksis dalam kebesaran PERSIB yang memang potensial sebagai corong bisnis serta kantung suara (read.bobotoh).
seorang senator dalam film “gladiator” pernah berkata bahwa “rome is a mob”, tampaknya bisa diadopsi untuk menggambarkan kebesaran PERSIB, hingga menimbulkan banyak pertentangan dan fragmatisasi elemen-elemen ditubuh PERSIB, termasuk komponen grassroot seperti bobotoh..
jika dulu, seluruh komponen hanya fokus pada bagaimana agar PERSIB tetap bisa berlaga di ISL dan memberikan hiburan murah bagi masyarakat jabar yang terbagi dalam kelas-kelas sosial yang tertekan, kini semua terfokus pada bagaimana mengeruk keuntungan di dalam tubuh PERSIB, bagaimana masuk kedalam lingkaran keuntungan tersebut, bagaimana membangun image yang “wah” dimata massa (bobotoh), berlomba untuk jadi icon bobotoh, berlomba membuat media-media lokal yang jadi corong berita bagi bobotoh, berlomba untuk dekat dengan icon-icon (manajemen,cheerleader,pemain dll) dan stakeholder di PERSIB lainnya dsb dsb..
musim ini merupakan musim termewah bagi PERSIB dan tersulit buat kami BOBOTOH, bagaimana harga tiket melambung jauh dari musim-musim sebelumnya (namun tetap kita beli), bagaimana konflik intern jadi tontonan sehari-hari untuk bobotoh, bagaimana buah pikiran dan mood seorang jutawan lokal mampu mempengaruhi perjalanan PERSIB diawal musim, bagaimana pemain PERSIB tanpa malu mengatakan “saya pemain profesional”, namun tak mau tunduk pada program dan cara seorang pelatih dalam mengatur teknis tim, bagaimana seorang manajer mengumbar subjektifitas di media tentang apa yang dia inginkan, bagaimana seorang icon cheerleader bobotoh mengumbar emosi di jejaring sosial, bagaimana sebuah organ underbowl bobotoh melakukan tindakan radikal, tradisional, primordial, anti perubahan dan berubah jadi organ bisnis (juga poltik dan kepentingan) bagi segelintir pihak saja.
primordial, tradisional, lebih parah PERSIB saya katakan jadi organ yang feodal, bagaimana tidak, perubahan dan nuansa profesionalisme yang dihembuskan pihak konsorsium ditangkap sebagai upaya penghancuran dari dalam oleh beberapa pihak untuk menutupi ketakutannya dalam kehilangan peran dan kepopuleran dimata bobotoh. pemilihan jovo juga menurut saya cuma langkah deadlock manajemen dalam mencari jalan penyelesaian dengan konsorsium terkait pemecatan DDJ, hal-hal tersebut merupakan pemaksaan kehendak publik yang menginginkan perubahan di tubuh persib.
kini, jovo pun diujung tanduk, prestasi jeblok yang ditorehkannya (read.ditorehkan pemain), jadi senjata untuk menaikan roby darwis ke dalam kursi pelatih di persib, saya bukan seorang yang tak suka seandainya “bima” naik menggantikan jovo, namun cara-cara konyol dan skema arogan manajemen dari awal musim yang penuh kontroversi dalam memilih dan menendang pelatih yang membuat saya apatis pada pihak-pihak tersebut, seperti PERSIB hanya milik mereka…
mohon maaf jika tak ada editing sebelum saya publish, ini murni curahan hati, bukan upaya mendeskriditkan pihak-pihak tertentu , intinya, bobotoh adalah raja, manajemen,pelatih dan pemain adalah abdi nya raja, so mereka harus mendengar apa kata raja !!!
beberapa hari lalu saya buka archive kerjaan saya tahun 2009 saat menyusun data statistik perkebunan untuk provinsi, dan tersenyum kecil saat teringat proses penyusunan yang menyita banyak fikiran,emosi dan idealisme..nah lho kenapa?! sebagai pribadi, saya sangat menyesalkan dengan apa yang disajikan dari data yang saya susun tersebut, “bukan” soal lama prosesnya, tebal laporannya, pusing dengan perhitungannya, jumlah produksi komoditas yang tidak memuaskan, serangan hama penyakit ato banyaknya degradasi dan deforestasi lahan di kawasan tersebut, melainkan banyaknya data lahan yang telah usang dan malah sengaja dipelihara ato bahkan diciptakan untuk menghasilkan bentuk laporan yang “indah” dan “berkesinambungan” untuk tahun-tahun kedepan..
Idealnya, penyusunan data statistik tuh bottom up, maksudnya data yang disusun oleh petugas penyaji data statistik di tingkat kabupaten berasal dari data real para penyuluh, maupun THL di lapangan, yang tentunya bersumber pada validitas data lahan di daerah (kecamatan,desa), bukan hasil copas data usang tahun2 sebelumnya, sehingga mekanisme kerja yang terbentuk akan efektif,efisien,praktis dan bertanggung gugat. namun, sejauh ini mekanisme dan alur kerja yang demikian, sangat sulit terwujud karena berbagai faktor, baik soal pendanaan, SDM, mindset kepercayaan penuh pada data usang kabupaten lain, maupun masterplan dari para stakeholder “dunno what”.
selain itu, penyusunan data statistik yang baik seharusnya dirumuskan secara holistik, yakni memandang masalah secara utuh dan terpadu dari hilir ke hulu,maupun sebaliknya.. termasuk keseragaman mindset dari para pelaku didalamnya..pemecahan permasalahan validitas data statisk secara menyeluruh dan untuk itu perlu dibentuk suatu tim pengelolaan dan pengkajian sebagai wadah koordinasi, komunikasi dan konsultan para pihak yang terlibat.
Ada beberapa alasan logis kenapa dibutuhkan wadah kordinasi tersebut:
karena ada keterkaitan antar berbagai kepentingan, dalam menjalankan sebuah masterplan kegiatan atau proyek
karena melibatkan multi disiplin ilmu yang mencakup berbagai targetan kegiatan,
karena akan ada interaksi daerah hulu sampai hilir, maupun sebaliknya, untuk menyelesaikan data-data yang “tidak” akurat pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga memerlukan koordinasi antar pihak.
Permasalahan yang akan timbul dari proses perubahan yang sedikit radikal ini adalah:
konflik kepentingan antar sektor, antar kabupaten dan petugas lapangan, antara kabupaten dan provinsi maupun pusat, karena masing2 leading sektor di pusat maupun daerah telah punya rencana jangka panjang dalam masing-masing proyek/kegiatan
adanya degradasi data yang ditimbulkan oleh perbedaan data yang dimiliki masing2 instansi, karena perbedaan sumber data yang dimiliki pada tahun-tahun sebelumnya
keterbatasan dana dan SDM untuk memulai perubahan manajerial data di kabupaten dan sinkronisasi data yang ada di pusat
Peranan pemerintah daerah sendiri dalam upaya perbaikan validitas data ini lebih ditekankan pada inisiasi dan fasilitasi, karena validitas data yang optimal pastinya berasal dari daerah, dan tidak perlu menunggu intruksi dari pusat untuk memulainya.
Inisiasi dan fasilitasi dalam upaya membangun validitas data statistik ini dimulai oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah terkait, yang di follow up oleh SDM dan strategi yang efektif, sehingga peran SKPD lebih terlihat tugas dan fungsi institusionalnya.
Pembentukan Tim Validitas Data Statistik ini juga harus bekerjasama dengan pihak lain yang berkepentingan seperti para pakar dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi non pemerintah dan tentunya petani sebagai anak panah keberhasilan pembangunan pertanian di kabupaten ini.
semoga dengan pembentukan Tim Validitas Data Statistik ini diharapkan pengelolaan dan keberlangsungan program-program pemerintah akan lebih tepat sasaran dan tidak menguap jadi jargon utopis sehingga tidak mengundang para preman berbaju wartawan untuk menginjak-injak wibawa pemerintah, serta lebih jauh, agar masterplan pembangunan daerah akan sesuai dengan cita-cita kesejahteraan masyarakat dan para petani. semoga
Baduy adalah sebuah desa budaya yang punya seabrek keistimewaan, dari mulai karakteristik hidup masyarakatnya yang bersahaja dan sederhana, kekayaan plasma nutfah yang beraneka ragam dan terjaga, serta misteri sejarah yang sampai saat ini masih menjadi fenomena di Indonesia bahkan dunia.
Ada dua kategori masyarakat di Baduy, ada Baduy luar dan Baduy dalam..Baduy luar keseharian hidup masyarakatnya udah mulai “terkontaminasi”sama dunia luar..sementara Baduy dalam,karakteristik budayanya sampai saat ini masih terjaga dengan baik..maksudnya orang-orang di baduy luar sudah tidak sepenuhnya mengandalkan alam sebagai penyokong kehidupan masyarakatnya, itu bisa dibedakan oleh cara berpakaian dan alat2 yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari..sementara Baduy dalam yang meliputi desa cikesik,cikertawana dan cibeo merupakan komunitas masyarakat yang tertutup dari dunia di luar Masyarakat Baduy sendiri..
Cara berpakaian masyarakat baduy dibedakan menjadi dua, masyarakat baduy luar memakai pakaian berwarna hitam, bahkan sudah banyak yang menkombinasikan pakaian mereka dengan product2 pasar seperti jeans dan T-shirt,sementara masyarakat di Baduy dalam masih teguh pada cara berpakaian yang alami, yaitu menggunakan hasil tenunan sendiri dari pohon randu (ceiba pertandra Sp) berwarna putih, tanpa tambahan bahan sintetis lainnya.
Selain harusmempersiapkan fisik jika ingin menginap di Kampung Baduy, kita juga harus siap untuk menghormati dan mematuhi peraturan adat yang berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy. Paling tidak mematuhi peraturan yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes.
Aturan bagi pendatang antara lain larangan membawa tape atau radio, tidak membawa gitar, tidak membawa senapan angin, tidak menangkap atau membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak meninggalkan api di hutan, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.
Khusus untuk warga asing, DIHARAMKAN untuk masuk ke wilayah Baduy Dalam yang warganya selalu berpakaian putih, yakni wilayah Kampung Cibeo-Cikartawana-Cikeusik. Orang asing hanya diizinkan masuk hingga ke wilayah Baduy Luar yang warganya selalu berpakaian hitam. jadi untuk turis mancanegara, biasanya hanya sampai ke wilayah gazeboh yang dibatasi oleh jembatan gantung yang terbuat dari akar pohon2nan.
Pada bulan Kawalu (masa panen tiga bulan berturut-turut pada bulan Februari hingga April), Baduy Dalam (Kampung Cibeo, Cikeusik, Cikertawana) ditutup sama sekali untuk semua orang luar. Namun, bagi pengunjung pada bulan Kawalu tetap bisa bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka, biasanya di daerah ciboleger, yaitu gerbang utama menuju baduy.
Adat Baduy yang sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama pada listrik, dan peralatan elektronik lainnya juga memaksa pengunjung yang akan menginap harus melengkapi peralatan yang relatif banyak, terutama membawa senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam hari.
Jaket cukup membantu untuk mengusir hawa dingin di perkampungan Baduy yang memiliki ketinggian di atas 500 MDPL ini. Sleeping bag pun tidak ada salahnya dibawa untuk membantu menghangatkan badan ketika tidur pada malam hari.
Cuaca malam di Baduy sangat dingin. Rasa dingin itu sangat menusuk tulang karena warga Baduy tidurnya di lantai panggung, bukan di atas ranjang. Angin tidak hanya dirasakan dari embusan di atas, tetapi juga dari bawah rumah panggung. yang masuk dari sela dinding bilik bambu.
Apabila datang ke Baduy di musim hujan, pengunjung sebaiknya menggunakan alas kaki yang cocok dipakai di tanah licin dan berlumpur. Sepatu atau sandal gunung direkomendasikan untuk dipakai karena solnya telah didesain mampu ”mencengkeram” ketika berpijak sehingga tidak mudah tergelincir, apalagi di jalan menanjak.
Jangan lupakan pula jaket atau jas hujan dan tudung tas yang kedap air untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Minyak antinyamuk silakan pula dibawa untuk menghalau serangga tersebut, terutama ketika kita hendak berjalan-jalan ke hutan atau perladangan Baduy.
Apabila kita menginap di perkampungan Baduy Luar, kita bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Obat-obatan pribadi harus dibawa, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek. Jadi, kalau sudah siap masuk ke kawasan Baduy, jangan lupa menyelesaikan segala urusan di kota terlebih dahulu karena akan sulit mendapatkan sinyal telepon seluler.
Rute Bandung – Baduy
Ada 2 alternatif rute menuju Baduy, yaitu lewat Jakarta, ataupun lewat Bogor,
Rute Via Jakarta
Dari terminal Leuwi Panjang Bandung kita mempergunakan Bis angkutan RUDI jurusan Rangkasbitung via tol Cipularang, ongkosnya Rp.50.000/orang, jangan kaget kalo Bis Rudi tersebut nggak keluar Balaraja, tapi keluar Tol Cilegon, karena kadang-kadang di perjalanan sang supir Bus melihat peluang muatan ke arah cilegon, serang atau pandeglang, tapi gak usah khawatir, Bus Rudi itu pasti nyampe Rangkasbitung, yaitu di Terminal Mandala.
Dari Terminal Mandala, kita bisa mempergunakan Bus Rudi Kecil jurusan Kalideres – Ciboleger, cuma agak lama nunggunya, ongkos sekitar Rp. 20.000/orang. bisa juga pake mobil elf jurusan Rangkasbitung-Ciboleger, cuma ongkosnya agak beda, yaitu Rp.25.000 sampai R.30.000/orang, tergantung kita nego nya sama kernet, hehehe maklum backpacker selalu pengen yang termurah.
jadi kalkulasi biaya transport dari Bandung ke Baduy via Jakarta sekitar Rp.80.000/orang
Rute Via Bogor
Dari terminal Leuwipanjang Bandung, kita bisa memakai Bis MGI / Gagak rimang yang AC, ongkosnya sekitar Rp.50.000/orang sampe Terminal barangsiang Bogor, bisa juga kita naik Bis jurusan jakarta yang via puncak, ongkosnya sekitar Rp.25.000/orang, cuma kita harus turun di Ciawi/Gerbang tol jagorawi, dari situ kita naek angkot jurusan terminal Baranangsiang, ongkosnya Rp.2000 sampe 3000/orang.
Dari Terminal barangsiang, kita bisa naik Bis Rudi jurusan Bogor-Rangkasbitung, ongkosnya sekitar Rp.20.000 sampe 30.000/orang, atau bisa juga mempergunakan angkot, cuma sedikit ribet karena harus turun naik kendaraan, jalurnya seperti ini:
nah kalo dikalkulasi biayanya sekitar Rp.96.000/orang, selain ribet, juga lebih mahal dari jalur Jakarta tadi, hanya saja kita bisa sambel jalan2 mengenal daerah2 yang berbatasan langsung dengan Provinsi jawa Barat, kita juga bisa menyempatkan diri berendam air panas di Kecamatan Cipanas (tiket masuknya murah bos,Cuma 3000 perak), letaknya gak jauh dari Batas Propinsi banten-Jawa Barat…
itu semua kembali pada kebutuhan dan budget kita buat jalan kesana, cuma disaranin, jangan sampe kesorean pas nginjakan kaki di kota Rangkasbitung, karena angkutan ke Ciboleger dari Rangkasbitung hanya sampe jam 4 sore, selebihnya gak ada yang langsung nyampe kesana.
Tips juga sesampainya di Ciboleger (Gerbang Baduy), jangan kaget kalo pas kita turun dari angkutan umum, banyak calo/ Predi (Preman didinya) yang nawarin jasa guide kesana, sebaiknya kita menolak dengan halus, dan istirahat di warung2 kerajinan sekitar situ, selain buat istirahat, kta juga bisa smbil tanya-tanya rute masuk baduy ke warga sekitar..biar ga kena tipu PREDI hehehe
Keinginan yang besar untuk memberikan sesuatu bagi dunia kehutanan, mendorong saya untuk menulis karya yang kecil ini dengan harapan para pelaku kehutanan baik pemegang kebijakan, para pengusaha maupun civitas akademika kehutanan di seluruh indonesia dapat merubah objek ke arah pemanfaatan hasil hutan non kayu.
Disamping itu, banyaknya teman-teman yang bertanya mengenai informasi cuka kayu yang hingga saat ini masih sangat jarang diulas, saya harap informasi kecil ini dapat bermanfaat bagi semua pelaku kehutanan di indonesia..amin
Sumber:
Penelitian Tedy Priyadi Kurniawan, S.Hut tentang :Efikasi Cuka Kayu (Wood Vinegar) terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holm) dari limbah kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) dan kayu Kihiyang (Albizzia procera Benth).
PENDAHULUAN
Cuka kayu (Wood Vinegar) adalah asap cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari hasil pembuatan arang melalui proses pembakaran dan pengembunan yang seluruhnya tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang ramah bagi lingkungan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) dan kayu Kihiyang (Albizzia procera Benth) sebagai cuka kayu (Wood Vinegar) untuk bahan pengawet alami. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah kayu bangunan yang tidak terpakai. Proses pembuatan cuka kayu (Wood Vinegar) ini memakai model tungku drum (Drum kiln) dengan berat awal bahan baku 24 kg.
Parameter pengujian keefektifan cuka kayu (Wood Vinegar) ini meliputi nilai mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holm untuk menguji toksikologis dari cuka kayu, dan penurunan berat contoh uji, dengan media kertas selulosa, dengan 5 taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua kali ulangan dan uji lanjut menggunakan uji Dunnets.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cuka kayu (wood vinegar) pada media kertas selulosa, memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas rayap Coptotermes curvignathus Holm yang diumpankan dan penurunan berat contoh uji, terutama untuk cuka kayu Kihiyang (Albizia procera Benth) dengan konsentrasi 8%. Demikian pula pada kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King), mortalitas rayap tertinggi dan penurunan berat terendah diperoleh pada konsentrasi 8%. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi cuka kayu yang diberikan, maka nilai mortalitas rayap akan semakin tinggi, sebaliknya nilai penurunan berat contoh uji semakin rendah.
Hello Travelers,
In addition to elements of recreation and fun, our outbound activities designed in such a way that can enhance a sense of togetherness, teamwork, decision-making process to train fast & precise and others through challenging games and of course the smell of adventure.
-Games-
There are a variety of exciting games that we offer, with experience guide.
Games we categorize into several categories, among others:
Ice Breaking Games
Incentive Games
Problem Solving Games
Leadership Games, Etc..
Location Options
-Cikole, Lembang, Bandung-
Only less than one hour drive from downtown Bandung. Located in Lembang highlands which is one of the popular tourist area in the city of Bandung. Lembang air is cold and clean, away from the big city pollution. In this area there are also lots of attractions, ranging from natural attractions such as the crater of Mount Tangkuban boats & Ciater hot water baths, such as cultural tourism and technology Bosca star observation, botanical tours as well as picking strawberries.
-Situ Cileunca, Pangalengan, Bandung-
Situ Cileunca shore, a distance of approximately 1.5 hours drive from the city of Bandung. Pangalengan the cool air away from the pollution and will provide for your own shades.At this location there is also a challenging river Palayangan rafting. Games outbound + Rafting is a challenging combination ..!
-Cisangkuy, Banjaran, Bandung-
Taking the location on the banks of the river that has rapids Cisangkuy-rafting is very challenging to be forded. Is approximately 1.5 hours drive from Bandung towards Mount Puntang, cool valve with rural atmosphere.
Rafting package, Outing, paintball.
We also offer a package meeting in Bandung (cororate rate) white water rafting, paint ball and the games separately.
for more information contact our marketing:
Tedy Priyadi Kurniawan, S.Hut :085722759555
Prisa Apri Van Ga, S.Hut : 081563375834
Hikmat Rahmawan, S.Hut : 08572350839
Ardan Setiansyah, S.Hut : 085710259239
Heri Purnomo, S.Hut : 022-92277107
or please click here for more detailed package of white water rafting & paint ball + outing, or download price lists here: http://indotravelers.com/ or on our facebook or sent email to: tedypriyadikurniawan@gmail.com
-We’re Deserve Better-
Versi Bahasa Indonesia
Hallo Travelers,
Disamping unsur rekreasi & fun, kegiatan outbound kami desain sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan, kerjasama team, melatih proses pengambilan keputusan yang cepat & tepat dan lain-lain melalui games-games menantang dan tentu saja berbau petualangan.
-Games-
Ada berbagai macam games menarik yang kami tawarkan, dengan diipandu oleh fasilitaror yang sudah berpengalaman.
Games kami kategorikan kedalam beberapa kategori antara lain :
1.Ice Breaking Games
2Incentive Games
3.Problem Solving Games
4.Leadership Games, Dll.
Pilihan Lokasi
-Cikole, Lembang, Bandung-
Hanya berjarak kurang dari 1 jam perjalanan dari pusat kota Bandung. Terletak di dataran tinggi Lembang yang merupakan salah satu daerah wisata populer di kota Bandung. Udara di Lembang terasa dingin dan bersih, jauh dari polusi kota besar. Di daerah ini juga terdapat banyak sekali obyek wisata, mulai dari wisata alam seperti kawah gunung tangkuban perahu & pemandian air panas Ciater, wisata budaya dan teknologi seperti peneropongan bintang Bosca, juga wisata botanikal seperti petik strawberry.
-Situ Cileunca, Pangalengan, Bandung-
Berberlokasi di tepian danau situ Cileunca, berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari kota Bandung. Udara pangalengan yang sejuk dan jauh dari polusi akan memberikan nuansa tersendiri bagi anda. Di lokasi ini juga terdapat sungai Palayangan yang menantang anda untuk mengarunginya. Games outbound + Arung jeram adalah kombinasi yang menantang..!!
-Cisangkuy, Banjaran, Bandung-
Mengambil lokasi di tepian sungai Cisangkuy yang memiliki jeram-jeram sangat menantang untuk diarungi. Berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari bandung ke arah Gunung Puntang, berudara sejuk dengan suasana pedesaan. Paket Arug Jeram, Outing, PaintBall.
Kami juga menawarkan paket meeting di Bandung (cororate rate) arung jeram, paint ball dan games secara terpisah.
untuk informasi lebih lanjut hubungi marketing kami:
Tedy Priyadi Kurniawan, S.Hut :085722759555
Prisa Apri Van Ga, S.Hut : 081563375834
Hikmat Rahmawan, S.Hut : 08572350839
Ardan Setiansyah, S.Hut : 085710259239
Heri Purnomo, S.Hut : 022-92277107
atau silahkan klik di sini untuk lebih detail paket arung jeram & paint ball + outing, atau download daftar harga lenkapnya di sini :http://indotravelers.com/ atau di alamat facebook kami or sent emal to :tedypriyadikurniawan@gmail.com