Story of Me CLICK HERE

untuk yang tertindas

Entah harus mulai dari mana kuceritakan untaian perjalanan tak bermakna ini, akupun tak tahu kawan, namun setidaknya, masih kupacu nafasku untuk tetap memberikan satu pencerahan hidup untuk kalian, supaya jalan kalian tetap terjaga dalam guratan pegangan tuhan dan satu keyakinan akan cahaya di ujung jalan kehidupan ini, supaya kegagalan masa lalu orang tua sebelum kita, tak menjadikan kita mahluk terasing di tepi langit yang tersesat dalam kabut gelap yang tak juga berujung cahaya. aku hanya seorang pemuda yang ingin berbagi pengalaman hidup, supaya kalian tak bimbang menentukan arah dalam mengarungi semua cobaan yang mendera kita, hanya satu jawaban dari untaian singkat ini, yaitu pertautan antara tuhan, hidup, dan aktualisasi jiwa, karena tiga hal diatas merupakan dialektik yang tak pernah bisa lepas dari semua realita hidup yang hadir sepanjang ku tulis untaian cerita ini, hanya saja, sebelumnya ku sampaikan permintaan maaf dan penghormatanku yang paling tinggi untuk tuhan yang maha kuasa, bila dalam tulisan-tulisan dan perjalanan hidupku, selalu penuh kritik dan pertanyaan pada hal-hal dogmatis yang selalu kau ciptakan, namun jangan takut, aku masih setia untuk menjadi umat dan pengikutmu, karena di tengah perjalanan ini, aku tetap percaya bahwa ada satu hal yang tak bisa terpecahkan oleh teori alam Engels, ada kekosongan makna yang tak mampu terisi, bagaimanapun sistematiknya teori tersebut, kukatakan dengan penuh keyakinan bahwa sebelum lahir sebuah sistem yang menaungi alam semesta, tak pernah ada mahluk lain yang hadir dalam kehidupan, semua masih menjadi teka-teki hingga “mungkin” akan terjawab saat kita mati, namun tak kupungkiri bahwa akupun sedikit ragu terhadap agama “islam-ku” yang jadi harta warisan satu-satunya dari orang tuaku, karena yang kulihat, islam penuh arogansi, dogmatis, feodal dan anti pluralisme… aku takut, aku ragu islam tak bisa berikan keindahan hidup, aku juga ragu islam tak dapat berikan cinta yang penuh keindahan untuku.

Menurutku ; Perjuangan revolusioner penting untuk mengetahui sampai dimana gerak sejarah masyarakat telah berjalan. Kita selalu hidup dalam tiga dimensi waktu, masa lalu, hari ini dan masa depan, semuanya saling berdialektik, membentuk sejarah dan tatanan masyarakat yang lebih manusiawi (Matrelisme,Dialektika dan Historis)

Seperti halnya penindasan yang menemukan jalannya, pembebasan manusia dari penindasan akan sampai pada kemenangannya. Siapa yang tidak optimis tentang masa depan manusia yang lebih manusiawi, akan malu tersipu-sipu, kelak. Tulisan-tulisan dibawah ini, aku tulis untuk mencoba menjawab gerak sejarah masyarakat Indonesia. Dan tentunya, bersama bergerak, memimpin gerak sejarah menuju masyarakat tanpa kelas tanpa penindasan..

Diam, bukan berarti sudah mati…

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s