Education CLICK HERE, Farm

Awal perkenalanku dengan sang rayap

Dua tahun yang lalu,ketika saya harus menyusun skripsi untuk menyelesaikan studi di Fakultas Kehutanan Universitas Winayamukti (UNWIM) Jatinangor, saya “terpaksa” berkenalanan dengan serangga kecil mirip semut yang saat itu jarang mendapat perhatian khusus dari masyarakat maupun para ilmuwan di Indonesia, ya mahluk yang barusan saya bicarakan adalah, Sang Rayap. Ketika itu, tahun 2006, sama sekali tak terbayangkan oleh saya bahwa serangga kecil yang kurang dikenal tersebut akan mewarnai hampir seluruh sisa perjalanan studi saya, tak terbayangkan juga bahwa serangga kecil yang banyak dikenal sebagai perusak kayu tersebut akan menyeret saya ke kehidupan yang demikian luas, menarik dan menyenangkan, tidak hanya di lingkup akademis tetapi juga dalam lingkup sosial yang lebih luas.

Kini rayap telah menjadi perhatian kalangan profesional di bidang pengendalian hama, para ilmuwan, mahasiswa, bahkan para pengusaha di bidang bangunan. Ratusan perusahaan pengendalian rayap telah berdiri selama dua dekade terakhir. Ratusan milyar rupiah telah digunakan untuk upaya pengendalian rayap, termasuk penelitian dan pengembangan tentang produk-produk anti rayap, dilain pihak, produk-produk hasil penelitian itu selama ini masih menggunakan bahan-bahan kimia sintetis yang “TIDAK RAMAH LINGKUNGAN”,sampai saat ini masih jarang produk anti rayap yang efektif, tapi juga ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, keinginan untuk melanjutkan tulisan tentang produk anti rayap ini sesungguhnya sudah lama muncul, setidaknya sejak dua tahun yang lalu, ketika saya berhasil menemukan produk anti rayap yang berbasis ramah lingkungan, dan ditulis ke skripsi saya yang berjudul “Efikasi Cuka Kayu Terhadap Rayap tanah Coptotermes Curvignathus Holm”. Keinginan itu muncul bukan saja karena saya memang menggeluti bidang kehutanan khususnya Teknologi Hasil Hutan, tetapi juga karena masih jarangnya tulisan tentang produk-produk anti rayap yang ramah lingkungan di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan wilayah sebaran rayap yang paling penting di dunia, baik ditinjau dari keragaman jenis serangga di Indonesia yang mencapai 200 jenis atau kurang lebih 10 % dari keragaman rayap didunia, ataupun dari kondisi Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, dalam hal ini kayu yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan rayap yang menjadi konsumen setia daripada kayu tersebut.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s