Forestry

Wood Vinegar part 1

Keinginan yang besar untuk memberikan sesuatu bagi dunia kehutanan, mendorong saya untuk menulis karya yang kecil ini dengan harapan para pelaku kehutanan baik pemegang kebijakan, para pengusaha maupun civitas akademika kehutanan di seluruh indonesia dapat merubah objek ke arah pemanfaatan hasil hutan non kayu.

Disamping itu, banyaknya teman-teman yang bertanya mengenai informasi cuka kayu yang hingga saat ini masih sangat jarang diulas, saya harap informasi kecil ini dapat bermanfaat bagi semua pelaku kehutanan di indonesia..amin

Sumber:

Penelitian Tedy Priyadi Kurniawan, S.Hut tentang : Efikasi Cuka Kayu (Wood Vinegar) terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holm) dari limbah kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) dan kayu Kihiyang (Albizzia procera Benth).

PENDAHULUAN

Cuka kayu (Wood Vinegar) adalah asap cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari hasil pembuatan arang melalui proses pembakaran dan pengembunan yang seluruhnya tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang ramah bagi lingkungan.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King) dan kayu Kihiyang (Albizzia procera Benth) sebagai cuka kayu (Wood Vinegar) untuk bahan pengawet alami. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah kayu bangunan yang tidak terpakai. Proses pembuatan cuka kayu (Wood Vinegar) ini memakai model tungku drum (Drum kiln) dengan berat awal bahan baku 24 kg.

Parameter pengujian keefektifan cuka kayu (Wood Vinegar) ini meliputi nilai mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holm untuk menguji toksikologis dari cuka kayu, dan penurunan berat contoh uji, dengan media kertas selulosa, dengan 5 taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua kali ulangan dan uji lanjut menggunakan uji Dunnets.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cuka kayu (wood vinegar) pada media kertas selulosa, memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas rayap Coptotermes curvignathus Holm yang diumpankan dan penurunan berat contoh uji, terutama untuk cuka kayu Kihiyang (Albizia procera Benth) dengan konsentrasi 8%. Demikian pula pada kayu Mahoni (Swietenia macrophylla King), mortalitas rayap tertinggi dan penurunan berat terendah diperoleh pada konsentrasi 8%. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi cuka kayu yang diberikan, maka nilai mortalitas rayap akan semakin tinggi, sebaliknya nilai penurunan berat contoh uji semakin rendah.

 

Standar

2 thoughts on “Wood Vinegar part 1

  1. nagar berkata:

    tolong diperinci perjelasan manfaat wood vinegar dengan bahasa yang dapat dimengerti ( maklum aja kurang sekolah ) kaga ngerti bahasa ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s