Online Business CLICK HERE

Ayo Ke Baduy

Baduy adalah sebuah desa budaya yang punya seabrek keistimewaan, dari mulai karakteristik hidup masyarakatnya yang bersahaja dan sederhana, kekayaan plasma nutfah yang beraneka ragam dan terjaga, serta misteri sejarah yang sampai saat ini masih menjadi fenomena di Indonesia bahkan dunia.

Ada dua kategori masyarakat di Baduy, ada Baduy luar dan Baduy dalam..Baduy luar keseharian hidup masyarakatnya udah mulai “terkontaminasi”sama dunia luar..sementara Baduy dalam,karakteristik budayanya sampai saat ini masih terjaga dengan baik..maksudnya orang-orang di baduy luar sudah tidak sepenuhnya mengandalkan alam sebagai penyokong kehidupan masyarakatnya, itu bisa dibedakan oleh cara berpakaian dan alat2 yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari..sementara Baduy dalam yang meliputi desa cikesik,cikertawana dan cibeo merupakan komunitas masyarakat yang tertutup dari dunia di luar Masyarakat Baduy sendiri..

Cara berpakaian masyarakat baduy dibedakan menjadi dua, masyarakat baduy luar memakai pakaian berwarna hitam, bahkan sudah banyak yang menkombinasikan pakaian mereka dengan product2 pasar seperti jeans dan T-shirt,sementara masyarakat di Baduy dalam masih teguh pada cara berpakaian yang alami, yaitu menggunakan hasil tenunan sendiri dari pohon randu (ceiba pertandra Sp) berwarna putih, tanpa tambahan bahan sintetis lainnya.

Selain harus mempersiapkan fisik jika ingin menginap di Kampung Baduy, kita juga harus siap untuk menghormati dan mematuhi peraturan adat yang berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy. Paling tidak mematuhi peraturan yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes.

Aturan bagi pendatang antara lain larangan membawa tape atau radio, tidak membawa gitar, tidak membawa senapan angin, tidak menangkap atau membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak meninggalkan api di hutan, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.

Khusus untuk warga asing, DIHARAMKAN untuk masuk ke wilayah Baduy Dalam yang warganya selalu berpakaian putih, yakni wilayah Kampung Cibeo-Cikartawana-Cikeusik. Orang asing hanya diizinkan masuk hingga ke wilayah Baduy Luar yang warganya selalu berpakaian hitam. jadi untuk turis mancanegara, biasanya hanya sampai ke wilayah gazeboh yang dibatasi oleh jembatan gantung yang terbuat dari akar pohon2nan.

Pada bulan Kawalu (masa panen tiga bulan berturut-turut pada bulan Februari hingga April), Baduy Dalam (Kampung Cibeo, Cikeusik, Cikertawana) ditutup sama sekali untuk semua orang luar. Namun, bagi pengunjung pada bulan Kawalu tetap bisa bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka, biasanya di daerah ciboleger, yaitu gerbang utama menuju baduy.

Adat Baduy yang sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama pada listrik, dan peralatan elektronik lainnya juga memaksa pengunjung yang akan menginap harus melengkapi peralatan yang relatif banyak, terutama membawa senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam hari.

Jaket cukup membantu untuk mengusir hawa dingin di perkampungan Baduy yang memiliki ketinggian di atas 500 MDPL ini. Sleeping bag pun tidak ada salahnya dibawa untuk membantu menghangatkan badan ketika tidur pada malam hari.

Cuaca malam di Baduy sangat dingin. Rasa dingin itu sangat menusuk tulang karena warga Baduy tidurnya di lantai panggung, bukan di atas ranjang. Angin tidak hanya dirasakan dari embusan di atas, tetapi juga dari bawah rumah panggung. yang masuk dari sela dinding bilik bambu.

Apabila datang ke Baduy di musim hujan, pengunjung sebaiknya menggunakan alas kaki yang cocok dipakai di tanah licin dan berlumpur. Sepatu atau sandal gunung direkomendasikan untuk dipakai karena solnya telah didesain mampu ”mencengkeram” ketika berpijak sehingga tidak mudah tergelincir, apalagi di jalan menanjak.

Jangan lupakan pula jaket atau jas hujan dan tudung tas yang kedap air untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Minyak antinyamuk silakan pula dibawa untuk menghalau serangga tersebut, terutama ketika kita hendak berjalan-jalan ke hutan atau perladangan Baduy.

Apabila kita menginap di perkampungan Baduy Luar, kita bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Obat-obatan pribadi harus dibawa, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek. Jadi, kalau sudah siap masuk ke kawasan Baduy, jangan lupa menyelesaikan segala urusan di kota terlebih dahulu karena akan sulit mendapatkan sinyal telepon seluler.

Rute Bandung – Baduy

Ada 2 alternatif rute menuju Baduy, yaitu lewat Jakarta, ataupun lewat Bogor,

Rute Via Jakarta

Dari terminal Leuwi Panjang Bandung kita mempergunakan Bis angkutan RUDI jurusan Rangkasbitung via tol Cipularang, ongkosnya Rp.50.000/orang, jangan kaget kalo Bis Rudi tersebut nggak keluar Balaraja, tapi keluar Tol Cilegon, karena kadang-kadang di perjalanan sang supir Bus melihat peluang muatan ke arah cilegon, serang atau pandeglang, tapi gak usah khawatir, Bus Rudi itu pasti nyampe Rangkasbitung, yaitu di Terminal Mandala.

Dari Terminal Mandala, kita bisa mempergunakan Bus Rudi Kecil jurusan Kalideres – Ciboleger, cuma agak lama nunggunya, ongkos sekitar Rp. 20.000/orang. bisa juga pake mobil elf jurusan Rangkasbitung-Ciboleger, cuma ongkosnya agak beda, yaitu Rp.25.000 sampai R.30.000/orang, tergantung kita nego nya sama kernet, hehehe maklum backpacker selalu pengen yang termurah.

jadi kalkulasi biaya transport dari Bandung ke Baduy via Jakarta sekitar Rp.80.000/orang

Rute Via Bogor

Dari terminal Leuwipanjang Bandung, kita bisa memakai Bis MGI / Gagak rimang yang AC, ongkosnya sekitar Rp.50.000/orang sampe Terminal barangsiang Bogor,  bisa juga kita naik Bis jurusan jakarta yang via puncak, ongkosnya sekitar Rp.25.000/orang, cuma kita harus turun di Ciawi/Gerbang tol jagorawi, dari situ kita naek angkot jurusan terminal Baranangsiang, ongkosnya Rp.2000 sampe 3000/orang.

Dari Terminal barangsiang, kita bisa naik Bis Rudi jurusan Bogor-Rangkasbitung, ongkosnya sekitar Rp.20.000 sampe 30.000/orang, atau bisa juga mempergunakan angkot, cuma sedikit ribet karena harus turun naik kendaraan, jalurnya seperti ini:

  1. Angkot Baranang Siang Bogor-Terminal Bubulak Bogor= Rp.2000 sampe 3000/orang,
  2. Terminal Bubulak – Pasar Gajrug Cipanas (sudah masuk Banten)= Rp.Rp.15.000 sampe 20.000/orang
  3. Pasar Gajrug – Terminal Kalijaga (Rangkasbitung) = Rp.15.000
  4. Terminal Kalijaga – Ciboleger (Gerbang Baduy)= Rp.25.000 sampe 30.000/orang

nah kalo dikalkulasi biayanya sekitar Rp.96.000/orang, selain ribet, juga lebih mahal dari jalur Jakarta tadi, hanya saja kita bisa sambel jalan2 mengenal daerah2 yang berbatasan langsung dengan Provinsi jawa Barat, kita juga bisa menyempatkan diri berendam air panas di Kecamatan Cipanas (tiket masuknya murah bos,Cuma 3000 perak), letaknya gak jauh dari Batas Propinsi banten-Jawa Barat…

itu semua kembali pada kebutuhan dan budget kita buat jalan kesana, cuma disaranin, jangan sampe kesorean pas nginjakan kaki di kota Rangkasbitung, karena angkutan ke Ciboleger dari Rangkasbitung hanya sampe jam 4 sore, selebihnya gak ada yang langsung nyampe kesana.

Tips juga sesampainya di Ciboleger (Gerbang Baduy), jangan kaget kalo pas kita turun dari angkutan umum, banyak calo/ Predi (Preman didinya) yang nawarin jasa guide kesana, sebaiknya kita menolak dengan halus, dan istirahat di warung2 kerajinan sekitar situ, selain buat istirahat, kta juga bisa smbil tanya-tanya rute masuk baduy ke warga sekitar..biar ga kena tipu PREDI hehehe

Standar

12 thoughts on “Ayo Ke Baduy

  1. saya bangga dengan adanya orang baduy yang masih lestari,khususnya baduy dalam.he.

    oya gan rute murah klo dari jakarta,cuma naek kereta ekonomi turun deh dirangkasbitung,langsung cari jurusan ciboleger,terserah mau ke terminal mandala dulu apa nggak,soalnya setau saya,dipasar rangkas bitung sudah ada jurusan ciboleger,jadi buat ngrit cukup nunggu dipasar ajah gak perlu ke terminal.cuma harus sabar ajah,soalnya mobilnya lama,selain ngetem dulu,mobilnya masih dikit.he

    salam ya gan.nice info.

  2. Tedy Priyadi berkata:

    wah mantep, ada kawan yg seneng juga sama kebudayaan baduy.. iya dulu emang ada di terminal kalijaga (dkt pasar), tapi saya dah lama ga kesana, jadi takutnya semua angkutan yg rute jauh udah dialihin ke mandala…hehe nice info jg kang, salam kenal ya🙂

  3. hehe.
    secara anak sana kang,jdi klo gak dibanggain mah,sapa mau yg banggain.he.

    ngomng-ngomng,sapa tuh pict nya,kang tedy ya pke pakean item-item tambah iket kepala,keren kang.hi

  4. Tedy Priyadi berkata:

    iya, itu foto saya, niru gayanya orang sana hahaha..oh kang anex tuh orang kulon juga toh?! waaah sekarang tinggal dimana?! iya ya sayang banget, padahal dengan sedikit sentuhan dari pemerintah lebak, baduy pasti bisa jadi objek wisata budaya yang “jauh” lebih eksotis dari sekedar kampung naga di tasik, ya jalannya aja masih jelek, gimana traveller mau kesana ya ..sayang

  5. ya,saya asli sana.tapi bukan baduynya,tepatnya saya dikecamatan muncang.sekarng sih dijakarta.paling maen kesana,hari libur aja.

    setuju gan.memeng pengelolaan dalam hal pariwisata disana masih sangat kurang.jangnkan kesana,untuk sampe kerangkas ajah klo lewat tanggerang,jalannya masih rusak.klo gak ditata,ya paling jaddi wisata biasa aja,padhal potensi wisata kebaduy sangat bagus.

    lain halnya dengan dareah lain yang diurus dengn baik oleh pemerintahnya.

    klo dilebak,ada lagi kang,yang asik buat liburan yaitu pantai bagedur.mantab tuh disitu.masih terbilang sepi,air jernih.

  6. Tedy Priyadi berkata:

    pantai bagedur bayah ya?! iya itu bagus ya..masih sepi, kalo dikembangkan bisa jadi potensi wisata yg oke buat lebak..hmmm, tampaknya pa bupati jaya baya harus mulai negelirik wisata daripada tambang batu disana sini kaya di dkt batas provinsi jabar-banten yang tembus ke sajira itu..

    oooh muncang, dari pasar gajrug belok kiri, itu tembus juga kan ke leuwi damar..deket ciminyak kampungnya jaro karis ya, gmna jalan kesitu masih rawan kah?!

  7. tri berkata:

    paragraph pertama harusnya dijelaskan bahwa suku baduy itu bermukim dimana, di pulau apa, di negara apa, sudah berapa lama ada disana .. tulisannya panjang lebar tapi pengetahuan esensinya ga ada ..😦

  8. bambang berkata:

    Baduy manteb gan…
    Ane pernah ksna pas msh SMA, pengen balik lg ksna deh skali2…
    *kangen jg mandi di kali
    Hehehehehehe

  9. Baduy adalah suku sunda puhun .katanya sih asalnya dari kerajaan pajajaran yang melarikan diri akibat kerajaannya di serang musuh.dan mereka mendirikan perkampungan sendiri yang jauh kemungkinan dari pengejaran musuh.hingga sekarang mereka anak beranak.dan katanya baduy dalam terdiri dari 40 anggota keluarga.kalau lebih 40 anggota keluarga sebelihnya harus keluar dari baduy dalam. apa. betul itu gan .salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s