Education CLICK HERE, Forestry

Validitas Data Statistik Sebagai Dasar Pembangunan Daerah

beberapa hari lalu saya buka archive kerjaan saya tahun 2009 saat menyusun data statistik perkebunan untuk provinsi, dan tersenyum kecil saat teringat proses penyusunan yang menyita banyak fikiran,emosi dan idealisme..nah lho kenapa?! sebagai pribadi, saya sangat menyesalkan dengan apa yang disajikan dari data yang saya susun tersebut, “bukan” soal lama prosesnya, tebal laporannya, pusing dengan perhitungannya, jumlah produksi komoditas yang tidak memuaskan, serangan hama penyakit  ato banyaknya degradasi dan deforestasi lahan di kawasan tersebut, melainkan banyaknya data lahan yang telah usang dan malah sengaja dipelihara ato bahkan diciptakan untuk menghasilkan bentuk laporan yang “indah” dan “berkesinambungan” untuk tahun-tahun kedepan..

Idealnya, penyusunan data statistik tuh  bottom up, maksudnya data yang disusun oleh petugas penyaji data statistik di tingkat kabupaten berasal dari data real para penyuluh, maupun THL di lapangan, yang tentunya bersumber pada validitas data lahan di daerah (kecamatan,desa), bukan hasil copas data usang tahun2 sebelumnya, sehingga mekanisme kerja yang terbentuk akan efektif,efisien,praktis dan bertanggung gugat. namun, sejauh ini mekanisme dan alur kerja yang demikian, sangat sulit terwujud karena berbagai faktor, baik soal pendanaan, SDM, mindset kepercayaan penuh pada data usang kabupaten lain, maupun masterplan dari para stakeholder “dunno what”.

selain itu, penyusunan data statistik yang baik seharusnya dirumuskan secara holistik, yakni memandang masalah secara utuh dan terpadu dari hilir ke hulu,maupun sebaliknya.. termasuk keseragaman mindset dari para pelaku didalamnya..pemecahan permasalahan validitas data statisk secara menyeluruh dan untuk itu perlu dibentuk suatu tim pengelolaan dan pengkajian sebagai wadah koordinasi, komunikasi dan konsultan para pihak yang terlibat.

Ada beberapa alasan logis kenapa dibutuhkan wadah kordinasi tersebut:

  1. karena ada keterkaitan antar berbagai kepentingan, dalam menjalankan sebuah masterplan kegiatan atau proyek
  2. karena melibatkan multi disiplin ilmu yang mencakup berbagai targetan kegiatan,
  3. karena akan ada interaksi daerah hulu sampai hilir, maupun sebaliknya, untuk menyelesaikan data-data yang “tidak” akurat pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga memerlukan koordinasi antar pihak.

Permasalahan yang akan timbul dari proses perubahan yang sedikit radikal ini adalah:

  1. konflik kepentingan antar sektor, antar kabupaten dan petugas lapangan, antara kabupaten dan provinsi maupun pusat, karena masing2 leading sektor di pusat maupun daerah telah punya rencana jangka panjang dalam masing-masing proyek/kegiatan
  2. adanya degradasi data yang ditimbulkan oleh perbedaan data yang dimiliki masing2 instansi, karena perbedaan sumber data yang dimiliki pada tahun-tahun sebelumnya
  3. keterbatasan dana dan SDM untuk memulai perubahan manajerial data di kabupaten dan sinkronisasi data yang ada di pusat

Peranan pemerintah daerah sendiri dalam upaya perbaikan validitas data ini lebih ditekankan pada inisiasi dan fasilitasi, karena validitas data yang optimal pastinya berasal dari daerah, dan tidak perlu menunggu intruksi dari pusat untuk memulainya.

Inisiasi dan fasilitasi dalam upaya membangun validitas data statistik ini dimulai oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah terkait, yang di follow up oleh SDM dan strategi yang efektif, sehingga peran SKPD lebih terlihat tugas dan fungsi institusionalnya.

Pembentukan Tim Validitas Data Statistik ini juga harus bekerjasama dengan pihak lain yang berkepentingan seperti para pakar dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi non pemerintah dan tentunya petani sebagai anak panah keberhasilan pembangunan pertanian di kabupaten ini.

semoga dengan pembentukan Tim Validitas Data Statistik ini diharapkan pengelolaan dan keberlangsungan program-program pemerintah akan lebih tepat sasaran dan tidak menguap jadi jargon utopis sehingga tidak mengundang para preman berbaju wartawan untuk menginjak-injak wibawa pemerintah, serta lebih jauh, agar masterplan pembangunan daerah akan sesuai dengan cita-cita kesejahteraan masyarakat dan para petani. semoga🙂

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s