Sepak Bola Nasional, Total Football CLICK HERE

Manajemen Persib Harus Mau Berbenah

sebenarnya malas menulis dan mengumbar emosi serta kekesalan saya lewat tulisan ini, namun kekalahan telak dari tim sebelah yang malas pula saya sebutkan namanya akhir pekan lalu, membuat hasrat terpendam ini tak mampu saya tampung dalam hati dan pikiran saja..

perjalanan PERSIB musim ini, seperti kita tahu bersama penuh dengan masalah internal yang sangat kompleks untuk difahami, diikuti, dan dimengerti. jika di tahun-tahun kebelakang, permasalahan klasik PERSIB adalah soal pendanaan yang masih saja menyusu pada anggaran rakyat, musim ini sedikit bergeser pada kepentingan – kepentingan raja-raja lokal yang haus kepentingan (read.stakeholder,pemilik modal, icon bobotoh dan politikus daerah) yang tetap ingin eksis dalam kebesaran PERSIB yang memang potensial sebagai corong bisnis serta kantung suara (read.bobotoh).

seorang senator dalam film “gladiator” pernah berkata bahwa “rome is a mob”, tampaknya bisa diadopsi untuk menggambarkan kebesaran PERSIB, hingga menimbulkan banyak pertentangan dan fragmatisasi elemen-elemen ditubuh PERSIB, termasuk komponen grassroot seperti bobotoh..

jika dulu, seluruh komponen hanya fokus pada bagaimana agar PERSIB tetap bisa berlaga di ISL dan memberikan hiburan murah bagi masyarakat jabar yang terbagi dalam kelas-kelas sosial yang tertekan, kini semua terfokus pada bagaimana mengeruk keuntungan di dalam tubuh PERSIB, bagaimana masuk kedalam lingkaran keuntungan tersebut, bagaimana membangun image yang “wah” dimata massa (bobotoh), berlomba untuk jadi icon bobotoh, berlomba membuat media-media lokal yang jadi corong berita bagi bobotoh, berlomba untuk dekat dengan icon-icon (manajemen,cheerleader,pemain dll) dan stakeholder di PERSIB lainnya dsb dsb..

musim ini merupakan musim termewah bagi PERSIB dan tersulit buat kami BOBOTOH, bagaimana harga tiket melambung jauh dari musim-musim sebelumnya (namun tetap kita beli), bagaimana konflik intern jadi tontonan sehari-hari untuk bobotoh, bagaimana buah pikiran dan mood seorang jutawan lokal mampu mempengaruhi perjalanan PERSIB diawal musim, bagaimana pemain PERSIB tanpa malu mengatakan “saya pemain profesional”, namun tak mau tunduk pada program dan cara seorang pelatih dalam mengatur teknis tim, bagaimana seorang manajer mengumbar subjektifitas di media tentang apa yang dia inginkan, bagaimana seorang icon cheerleader bobotoh mengumbar emosi di jejaring sosial, bagaimana sebuah organ underbowl bobotoh melakukan tindakan radikal, tradisional, primordial, anti perubahan dan berubah jadi organ bisnis (juga poltik dan kepentingan) bagi segelintir pihak saja.

primordial, tradisional, lebih parah PERSIB saya katakan jadi organ yang feodal, bagaimana tidak, perubahan dan nuansa profesionalisme yang dihembuskan pihak konsorsium ditangkap sebagai upaya penghancuran dari dalam oleh beberapa pihak untuk menutupi ketakutannya dalam kehilangan peran dan kepopuleran dimata bobotoh. pemilihan jovo juga menurut saya cuma langkah deadlock manajemen dalam mencari jalan penyelesaian dengan konsorsium terkait pemecatan DDJ,  hal-hal tersebut merupakan pemaksaan kehendak publik yang menginginkan perubahan di tubuh persib.

kini, jovo pun diujung tanduk, prestasi jeblok yang ditorehkannya (read.ditorehkan pemain), jadi senjata untuk menaikan roby darwis ke dalam kursi pelatih di persib, saya bukan seorang yang tak suka seandainya “bima”  naik menggantikan jovo, namun cara-cara konyol dan skema arogan manajemen dari awal musim yang penuh kontroversi dalam memilih dan menendang pelatih yang membuat saya apatis pada pihak-pihak tersebut, seperti PERSIB hanya milik mereka…

mohon maaf jika tak ada editing sebelum saya publish, ini murni curahan hati, bukan upaya mendeskriditkan pihak-pihak tertentu🙂 , intinya, bobotoh adalah raja, manajemen,pelatih dan pemain adalah abdi nya raja, so mereka harus mendengar apa kata raja !!!

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s