Story of Me CLICK HERE

let it flow saja..

mulutmu harimaumu
pikir dulu sebelum kamu
besar pasak dari pada tiang
hitung dulu sebelum kamu

bicara sesuatu cukup yang kau perlu
berbuat sesuatu hanya yang kau mampu

* tak semudah balik telapak tangan
tak semua bisa kamu dapatkan temanku

tong kosong nyaring bunyinya
masak dulu sebelum kamu
berakit ke hulu berenang ke tepian
bersakit dulu sebelum kamu

** ucapkan sesuatu cukup yang kau tahu
dapatkan sesuatu kerja keras dulu

(slank-balik telapak tangan)

dari sudut trotoar hingga pemakai kerah putih, dari plat A hingga plat Z, bahagianya punya banyak sahabat dan saudara

Suatu pagi, ada seorang atasan yg berkata pada seorang bawahannya, bahwa jika sang bawahan bisa mengerjakan tugas apapun dengan cepat dan sempurna selama setahun berturut turut,  maka dia akan memberikan kepadanya jabatan setinggi yg sanggup dikerjakannya itu. Kontan si bawahan itu berlari kekursinya dan mulai secepat mungkin untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan atasan dengan tanpa henti. Dia bekerja & terus bekerja, menggerakan tangannya, melangkahkan kakinya untuk memuaskan sang atasan. Ketika lapar & letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki jabatan tinggi yang telah dijanjikan tadi.

Akhirnya tiba ia pada suatu masa setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan cukup banyak dengan mengorbankan waktu, kesehatan, keluarga, pergaulan, perasaan, cinta dsb, tetapi ia sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, “Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk mengerjakan tugas sebanyak ini dan mengorbankan terlalu banyak kebahagiaan yang telah kumiliki untuk sebuah jabatan? Kini aku sudah sekarat, & hampir mati & aku hanya butuh uang untuk biaya ke dokter dan menguburkan diriku sendiri.

ilustrasi tadi menggambarkan kehidupan kita sekarang ini, kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin kita lakukan. Kita cenderung mengabaikan kehidupan rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan serius hidup kita sesudah mati.

do u believe bout life after life ? someday ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua hal yg tidak sempat lakukan. Maka mulai sat ini luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi? Setahun lagi? 10tahun lagi? Atau 40tahun lagi? Bukankah suatu hal yg menyenangkan sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu, kita semua tidak ada yg tahu.

yang kita butuhkan sekarang hanyalah menikmati hidup dengan apa adanya dan mensyukurinya sebagai kasih sayang tuhan yang “mungkin” telah dianggarkan ideal seperti itu, sebanyak itu.. kita akan bahagia bahagia kalo kita bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa kita memiliki banyak hal yang berarti. manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati untuk menyadari, betapa ia dicintai, kita bisa bahagia, bila kita mau membuka diri pada hal2 yang telah dianggarkan tuhan, agar orang lain bisa mencintai diri kita dengan tulus🙂

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada wanita yang begitu mencintai, namun kita acuhkan, karena memilih, menilai dan memilih jadi hakim atas orang lain, memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati, udah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan, padahal semua manusia memiliki peranan, hebat dan no.1 dalamberbagai hal…

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s