Story of Me CLICK HERE

Akhirnya aku menikah dengan sahabat setiaku

(foto pernikahan kami, 11 september 2011)

Awalnya kami hanya bersahabat,  sangat bersahabat hingga tak pernah terlintas di benakku jika suatu saat semuanya akan beralhir lebih indah dari sebuah persahabatan. “Kau bukan tipeku!”, “pacar-pacarku jauh lebih cantik darimu!”, “aku tak ingin sebuah persahabatan dirasuki kepentingan-kepentingan lain”,  Berkali-kali kukatakan padamu, pada teman-temanku, pada teman-temanmu, pada keluargamu dan pada hatiku sendiri, bahwa kita hanya akan menikmati persahabatan yang indah ini, tidak lebih.

aku melihat dunia kita amat sangat berbeda, dengan kehidupan yang ngga aku banget. kau hidup di dunia yang berwarna, berintelektulitas tinggi dengan segudang teman-teman yang menginfluence kehidupanmu dengan sangat sempurna, kau lulusan smu 3 bandung yang termasyur itu, kau lulusan unpad yang glamour itu,  warna yang amat kontras dengan kehidupanku yang serba “liar”, aku seorang mantan pecandu dari sebuah universitas yang sekarang telah ditutup bangkrut ckckck, terlebih aku adalah orang yang akrab dengan emosional serta lelaki dengan segudang masalah yg belum juga menemukan titik kemapanan sampai kini.

(foto saat kami sama-sama kuliah di jatinangor, tahun 2005)

Caramu berkomunikasi denganku yang benar-benar lembut menerima karakterku yang meledak-ledak, keibuan yang senantiasa mendengarkan segala keluh kesahku yang tak kusampaikan pada keluargaku, kecerdasanmu yang mampu menangkal semua argumen dan pemikiranku yang out of box, hingga menyentil bagian paling sensitif, yaitu tuhan… Gayamu yang lembut dan bahasa tubuh

yang cenderung keibuan membuatku terkagum bagaimana bisa seseorang yang lahir, besar dan bekerja di lingkungan yang “terjaga” memiliki sederet kosakata dan sikap lembut, bijak dan cerdas lebih-lebih itu kerap ditujukan padaku, lelaki yang benar-benar jauh dari kata meneyenangkan bagi kebanyakan orang!!!

Dan dari situlah semuanya berawal,

Intensitas diskusi yang meningkat akhirnya membuatku perlahan tahu bahwa kau memang berbeda dan unik dari banyak perempuan cantik yang kukenal dulu. Perpaduan antara wanita yang kritis, idealis, wanita cerdas  yang mencintai tantangan, pengambil resiko, penyayang yang sensitif, kontemplatif serta penggemar keluarga yang responsif. Rasa-rasanya seperti keajaiban yang datang dimeja judi  hehehe.

Bagaimana kita kerap dibuat heran dengan berbagai kebetulan yang nyaris sama. Tentang kesukaan kita membaca, menulis, menganalisa, merenung, berguru pada mereka yang luar biasa, berpetualang, keinginan kita untuk bisa bersekolah lagi hingga proyeksi kita dalam mendidik anak.

Ada chemistry di antara kita yang mungkin tak tertangkap tegas olehmu dan aku seperti kita sering dengan tak malu-malu menunjukkan betapa tidak akurnya kita di depan publik, nyatanya tak membuat tuhan memisahkan kita juga.

Semuanya terjadi begitu cepat pasca meninggalnya ayahmu, kesadaran “lebih baik berproses” Lucunya (mungkin karena interaksi kita masih tak jauh berbeda dan aku masih menganggapmu teman dan aku sibuk dengan hobi2 tak lazimku, meski kita telah berpacaran sejak 2008).

Begitu juga keanehan yang kau rasakan saat fitting baju pengantin, keanehan yang aku rasakan melihat nama kita bersanding di undangan pernikahan dan keanehan yang kita rasakan melihat nama kita ada di cincin akhirnya aku kenakan malam ini.

Hingga akhirnya setelah 3 tahun lebih menunggu, hari itu tiba juga. Tepat 11 september yang lalu , hari yang  suci dimana aku meminangmu sebagai istriku yang sah dimata tuhan dan negara.

Masih tak percaya tapi toh semuanya nyata, bahwa seorang yang kutemui di sebuah bis itu kini menjadi istriku…

Dan pagi ini setelah sarapan telur goreng tadi,  di sela-sela film three musketers tadi, di sela-sela nasi rawon di rest area cipularang tadi, izinkan aku mengucapkan maaf dan terima kasih untuk untaian kisah sampai di detik ini, terima kasih telah menerimaku dengan dekapan hangat dan tangan terbuka sayang, doakan aku adalah benar suami yang baik.

Smoga rasa itu tak akan pernah usang seiring sejarah yang kita reka bersama dan biarkan waktu saja yang membawa fisik kita kian menua dengan tagline sebuah pengabdian pada orang tua dan anak-anak kita nantinya…makanan pahit yang terasa kini dikerongkongan kita, semoga akan berbuah manis saat anak kita lahir nanti..amien

dan izinkanlah aku mengutip beberapa bait lagu ikrar milik iwan fals untuk menemanimu tidur malam ini di jakarta sana sayang…

kiss n hug Ir.Tedy Priyadi Kurniawan teruntuk Resti Anggraeni, S.Psi

Meniti hari meniti waktu, Membelah langit belah samudra
Ikhlaslah sayang kukirim kembang, Tunggu aku… tunggu aku…

Rinduku dalam semakin dalam, Perjalanan pasti kan sampai
Penantianmu semangat hidupku, Kau cintaku… kau intanku…

Doakanlah sayang, Harapkanlah manis, Suamimu segera kembali…..

Doakanlah sayang Harapkanlah manis, Suamimu suami yang baik…..

Ku titipkan semua yang kutinggalkan, Kau jagalah semua yang mesti kau jaga

Permataku… aku percaya padamu….Permataku… aku percaya padamu

Standar

2 thoughts on “Akhirnya aku menikah dengan sahabat setiaku

  1. sissy berkata:

    huhuhuhuhuhu,
    sama dengan q, 7 tahun sahabatan akhirnya tanggal 24 esok semua berakhir dipelaminan🙂
    dan kami kan memulai babak baru.

    saling mendoaakan yah ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s