Sepak Bola Nasional, Total Football CLICK HERE

viking vs casual

Sudah lama tak menulis, ingin mengeluarkan sedikit pandangan ,sebagai bobotoh yang tidak berbendera, beberapa bulan terakhir saya mengikuti atmosfir sepakbola di kota bandung beserta komponen supporter didalamnya, dari berbagai media termasuk youtube saya mencoba mengikuti semuanya, dan yang paling menarik adalah ketidakharmonisan dua sudut supporter persib dikota bandung, ada viking dan bobotoh tanpa bendera yang bertagline casual.

Viking yang dulu katanya underbowl dan lahir dari militansi yang murni namun belakangan sepertinya dekat sekali dengan aroma uang dan poitik lewat kedekatannya dengan pengusaha kaya sekaligus bobotoh gerot maung bandung, pa haji umuh muchtar, sementara casual bertolakbelakang dengan viking dalam cara membobotohkan dirinya. Viking telah mendesign sepakbola menjadi industri masa yang menakjubkan lewat berbagai bisnis mercenchaise nya dan mendekatkan diri pada kepentingan-kepentingan politis, sementara casual, entah lahir dari kecemburuan atau malah memang jengah dengan kondisi tak berprestasi dari maung bandung, yang mereka anggap berawal dari ketidakmampuan pa haji umuh memanage persib bandung.

Di jejaring sosial dan dunia maya, kita jelas bisa melihat bagaimana ketidakharmonisan dua sisi supporter ini, saling cerca dan hina antar dua kelompok supporter yang sebenarnya bersaudara, sama-sama bobotoh, ini jelas jadi tontonan yang bikin sakit mata, dan jadi tertawaan supporter tim lain.

Sebenarnya sah-sah saja jika ada berbagai kelompok bobotoh persib di kota bandung, seperti kita tahu dulu jaman awal liga indonesia saat viking masih jadi bagian dari banyaknya kelompok bobotoh di bandung dan jadi penghuni tribun selatan, ada stone lovers, zadex, jurig, balad persib dll dll dll, justru itu menambah warna bobotoh di bandung, hanya saja hal itu tidak keren lagi jika sampai harus saling serang atau malah lebih parah saling lempar botol dan baku hantam di stadion.

Kita bisa melihat secara pintar, mengapa viking membenci bobotoh casual ini, bahkan ada istilah segala sesuatu yang berbau casual supporter di bandung adalah tidak nasionalis, tidak primordialis,tidak persib banget, tidak bobotoh banget, tidak nyunda dll dll, alasannya viking merupakan supporter terbesar jumlah anggotanya di bandung, mereka sepertinya tidak rela dengan kehadiran warna dan ciri khas lain bobotoh selain gambar bertanduk, lalu mengapa viking tidak konfront dengan bomber nya asep abdul juga? Jawabannya karena bomber supporter besar di bandung, asep abdul juga orang yang faham politik, dia dekat dengan unsur kekuasaan di bandung, itu tidak menguntungkan untuk sebuah konfrontasi, terlebih bomber bukanlah kelompok pembenci rezim umuh muchtar yang mengatur persib selama beberapa tahun terakhir ini.

Lalu mengapa casual yang jadi sasaran? Pertama, kelompok ini adalah kelompok bobotoh dengan jumlah tidak terlalu banyak, lebih mudah dikonfrontasi secara langsung. Kedua, casual ini lebih nyetyle  dalam mendukung persib, mereka lebih punya karakter militan (sampai sejauh ini sebelum jika mereka juga ditumpangi politik uang oleh borjuis-borjuis lain dikota bandung), dari yel yel yang mereka nyanyikan saja, jelas style mereka dalam ngabobotohan persib terlihat lebih internasionalis, even mengadopsi gaya british. Ketiga, casual berani menentang umuh muchtar terang terangan, “lewat youtube” saya melihat poster-poster turunkan umuh yang ditempel di dinding kota bandung, bahkan umuh mereka samakan dengan para diktator lain seperti sadam husein atau joseph stallin, entah karena kumisnya atau memang umuh sediktator itu, entahlah, yang jelas kelompok ini berani melawan arus uang dan kekuaan. Sedikit ingin menyelipkan sebuah paragraf bagus dari seorang bobotoh, ekomaung :

bahkan mungkin Hintja Panjaitan (dan masih banyak lainnya) yang pernah menempuh studi di Kota Bandung dan mengamini daya kreatifitas barudak Bandung, akan terheran-heran menerima kenyataan bahwa semua potensi Kota Kembang (dengan band-band-nya, artis-artisnya) itu sirna ketika melihat supporter sepakbolanya bernyanyi seperti kebanyakan supporter, tak ada bedanya. Bisa jadi hilang sudah respek dan pengakuan orang terhadap potensi kreatif urang Bandung. Rasa aneh dan tak nyaman itu sudah muncul ketika (entah siapa yang memulai)…orang-orang yang seharusnya menjadi barometer tren kreatif (kreatif pun jangan pula diartikan berjoget-joget gak jelas tanpa henti sepanjang pertandingan seperti kelompok sanggar tari yah!) di Indonesia itu malah ikut-ikutan menyanyikan lagu kelompok supporter lain dengan memulai nyanyian:

yo ayooo…yo ayoooo…(nama klub bersangkutan) dst…” Entah siapa yang memulai. Namun sejak itu supporter Bandung (terlepas dari militansi, jumlah massa, dan euforia yang tetap tak tertandingi) telah “kalah”.(*penulis berkhidmat di akun twitter @ekomaung)

(video bobotoh berduka)

Back to topic,

Apakah viking benar-benar umuh sentris? Wallahualam, namun yang jelas kasus orasi heru joko hingga diperkarakan oleh umuh muchtar telah membuka mata kita, jika viking sekarang memang dekat dengan umuh muchtar dan anak asuhnya, entahlah apa yang umuh berikan pada sebagian kokojo viking, wallahualam, yang jelas saya mengutip beberapa berita dan statement bobotoh di internet:

BANDUNG (9/5/2012) – Panglima Viking Persib Club, Ayi Beutik meminta Umuh Muchtar kembali menjadi Manajer Persib Bandung. Pasalnya desakan demo Umuh selama ini bukanlah keinginan dari organisasi suporter yang dipimpinnya.

“Kami tidak pernah menuntut Haji Umuh untuk mundur, kami prihatin dengan keadaan ini. Karena itu kami sangat berharap Pak Haji kembali ke Persib, karena Pak Haji satu-satunya orang yang mewakili Bandung sebagai pengurus Persib,” ujar Beutik kepada wartawan di sekretariat Viking Persib Club, Jalan Gurame, Kota Bandung, Rabu (9/5/2012) malam.

Adapun aksi damai dan pemasangan spanduk yang dilakukan Viking saat Persib Bandung latihan di stadion Siliwangi, Jumat (27/4) lalu, bukan aksi yang ditujukan kepada perorangan, tapi sebuah bentuk prihatin terhadap prestasi Persib pasca empat kelalahan beruntunnya.

“Memang banyak rekan-rekan Viking yang bertanya, mengapa pengurus Viking diam ketika Persib terpuruk. Kita melakukan aksi sangat realistis, karena saat itu Persib kalah 4 kali berturut-turut,” kata Beutik.

Beutik pun menjelaskan, awalnya aksi yang dilakukan tersebut akan dilakukan di dalam stadion saat Persib menggelar latihan dengan memasang spanduk. Namun bobotoh kala itu tidak diijinkan masuk, membuat bobotoh memasang spanduk di luar lapangan.

“Tadinya kita ingin mengkritik pemain dengan pasang spanduk di dalam stadion, tapi kita tidak boleh, jadi kami terpaksa pasang di luar,” ujar Beutik.

Ketua Viking Dikecam Lewat Coretan Dinding

BANDUNG (7/4/2012) – Setelah Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar dikritik lewat coretan dinding, kini giliran Ketua Viking Fans Club Heru Joko  yang mendapat kecaman lewat coretan dinding. Aksi coretan dengan nada kecaman itu begitu jelas terlihat dipenyangga jembatan layang Pasopasti.

Dalam coretan itu tertulis agar Heru Joko didesak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Viking Fans Club. Bahkan terulis juga “We Love Viking, Hate Heru Joko” dan “Iraha Maneh Mundur Heru Joko”. Coretan dengan nada sama itu ada sekitar empat coretan di sekitar jembatan Pasopati-Cikapayang.

Entah siapa yang melakukan aksi coretan dengan nada protes kepada pentolan Viking itu, namun yang pasti belum lama ini aksi serupa juga menimpa sang Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.

Ketua Viking Fans Club Heru Joko menanggapi dingin atas aksi coretan yang memintanya mundur sebagai Ketua Viking. Bahkan pria berkacamata itu menanggapinya dengan santai. “Biarkan saja, itu ekspresi rakyat dan wajib dihormati. Mereka bebas untuk berekspresi. Saya pun tidak akan menghaspus coretan-coretan itu,” kata Heru saat dihubungi, Sabtu (7/4/2012). PERSIBMANIA/Bagas Kumoro

Heru Joko: Saya Tidak Akan Nonton Persib Kalau Umuh Masih Jadi Manajer

Puluhan Bobotoh Persib yang tergabung dalam komunitas Viking melakukan aksi ujuk rasa terkait prestasi Persib yang merosot, di depan Stadion Siliwangi Bandung, Jumat (27/4). Sementara itu setelah bertolak dari tur Jawa Timur di dalam stadion para pemain Persib sedang berlatih seperti biasa.

Bobotoh Persib yang berasal dari organisasi Suporter Persib yang terbesar itu menuntut penampilan MaungBandung tersebut membaik. “Persib sebagai tim besar yang bermaterikan pemain bintang seharusnya bisa tampil lebik baik dan tidak terpuruk seperti sekarang ini” ujar Ketua Viking, Heru Joko.

Aksi unjuk rasa yang dimulai dari pukul 08.30 WIB itu membuat lalulintas Jalan Lombok depan Stadion Siliwingi sedikit terganggu. Para supporter itu menutut pihak manajemen melakukan perbaikan para pemain. “Yang ngurus persib cuma tahu nyari duit saja bukan orang yang paham sepakbola” ujar teriakan Heru didepan Stadion.

Bahkan Ketua Viking itu juga mengancam pihak manajemen bila keadaan Persib tidak ada perubahan. “Saya mah tidak akan nonton persib kalo Umuh (Manajer Persib) masih jadi manajer, kalian mah terserah kalian manusia bebas” ungkapnya.(pikiran rakyat)

So, sejauh ini saya bisa menilai dan katakan problem utama perselisihan dua kelompok supporter tersebut lebih karena satu pihak tidak menyukai cara dan pandangan kelompok lain dalam ngabobotohan persib, salah? Tentu tidak, semua hal didunia ini penuh kepentingan, dan kita pasti bisa menilai mana pihak yang berkepentingan dan sedikit mempunyai nilai tulus… nuhun

tidak berusaha menyerang pihak manapun, hanya sebuah coretan dari seorang bobotoh, sebuah kecintaan terhadap persib bandung, itu saja.. hidup PERSIB

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s